30
Jan
09

SUARA-SUARA TERJAGA

Rasanya sudah lama saya tidak “menikmati” suasana kota Bandung, disamping lokasi kampus saya yang cukup jauh dari hingar-bingar kehidupan kota,  hampir tidak ada waktu bagi saya menyempatkan diri berkunjung ke kota ketika musim kuliah, rutinitas yang membosankan membuat saya terlarut dalam keseharian dan harus dibayar dengan rasa bosan yang luar biasa.  Anehnya saya selalu bisa mereduksi segalanya ketika mencapai klimaks walaupun hanya dalam kurun waktu yang sangat terbatas dan pada pada akhirnya kembali terlarut, kembali terjebak dalam runititas. Kemudian merasa bahwa dunia yang saya pijak saat itu baik-baik saja.

Kemarin saya putuskan untuk sekedar memenuhi rasa penasaran saya, menelusuri jalan-jalan Kota Bandung tanpa tujuan pasti. Sudah menjadi hobi saya sejak jaman sma dulu, menuju suatu tempat yang tidak direncanakan sebelumnya atau mencari sesuatu yang sesungguhnya memang tidak pernah ada, membiarkan semua mengalir. Setelah beberapa puluh menit saya lewati, suasana khas perkotaan mulai terasa : kemacetan, lalu-lalang sekumpulan robot, pusat-pusat perbelanjaan yang selalu ramai, nyanyian kehidupan anak-anak jalanan, volume kendaraan yang semakin menggila, menara konstruksi dan BTS makin ramai menantang langit  dan udara yang  semakin panas meskipun sekarang masih musim hujan. Ditengah-tengah invasi papan-papan reklame yang tak lebih dari dongeng pengantar tidur dan ribuan atribut kampanye yang semakin carut-marut, saya selalu merasa terhibur dengan coretan-coretan dinding, seolah tak ada hentinya meneriakan suara-suara terjaga, tak mengenal rasa lelah, sinis dan penuh curiga dan tetap anonimus. Sebagai pelengkap pernak-pernik kota di antara belukar raksasa pasar bagai David  ketika melawan Goliath. Terimakasih membuat saya agar tetap tersadar, bahwa dunia yang saya sedang jalani sekarang tidak sebaik yang saya kira.

Izinkan saya mendokumentasikan beberapa yang sempat tertangkap oleh mata saya.

Cops Kill People

Ini favorit saya, terlintas seketika beberapa kasus penembakan terhadap warga sipil oleh pihak aparat di beberapa tempat yang berujung kematian sampai berujung kerusuhan. Dan yang saya heran si komandan besar selalu bicara, “Tersangka masih dalam penyidikan dan akan di proses sesuai dengan hukum yang berlaku bila terbukti bersalah” atau “Pihak kepolisian melakukannya sesuai dengan prosedur yang berlaku”, kemudian media dengan polosnya mengganti istilah menembak dengan tertembak. Lalu pemberitaan mengenai kelanjutan kasusnya menguap begitu saja. Dan juga sedikit mengingatkan kembali peristiwa ketika sepatu bot mereka mencium telinga kanan saya, gratis loh.

Buat Apa Pemilu?

Sangat relevan mengingat Pemilu 2009 sebentar lagi.

Kamu Gak Butuh Ini

Kita memang terbiasa untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Class War
Rakyat Bergerak

...

....

Advertisements

1 Response to “SUARA-SUARA TERJAGA”


  1. 1 pensilwarna
    May 23, 2009 at 8:36 am

    huaa ini yg ini keren sekali!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


Advertisements

%d bloggers like this: