07
Feb
09

Review – Sometimes In April

200px-sometimes_in_aprilSutradara : Raoul Peck
Durasi : 140 Menit
Tahun Produksi : 2004

Perang saudara  yang terjadi pada tahun 1994 di Rwanda, menjadi latar belakang film ini. Pertikaian yang melibatkan dua suku di Rwanda, Tutsi dan Hutu berakhir menjadi sebuah genosida, pemusnahan massal suku Tutsi yang ditengarai oleh pihak pemerintah yang mayoritas suku Hutu dan beberapa pemberontak lokal dari suku Hutu. Augustin Muganza, seorang kapten dari tentara Rwanda harus menghadapi kenyataan yang sangat pahit, istri dan ketiga anaknya terbunuh akibat perbedaan suku. Augustin dari suku Hutu sedangkan istrinya suku Tutsi. Sedangkan saudaranya Honoré Butera, bekerja sebagai penyiar di salah satu stasiun radio setempat yang selalu mempropagadakan kebencian bernada rasis, menjalai sidang melalui mahkamah internasional karena dituduh ikut serta dalam melakukan pembantaian.

Peristiwa pembantaian besar-besaran terjadi beberapa jam setelah Presiden Rwanda, Juvénal Habyarimana terbunuh oleh kelompok yang diduga menolak persetujuan Arusha, penyatuan kekuasaan dari tiga suku di tingkat parlemen negara. Karena Rwanda adalah sebuah negara yang dianggap tidak memiliki potensi di mata dunia (baik sumber daya manusia maupun alam), maka pihak internasional (negara-negara utama dalam keanggotaan PBB, tentu saja) cenderung tidak mengentaskan masalah. Pihak pasukan UN hanya sebatas sebagai formalitas atas keikutsertaannya dalam menjaga perdamaian, selain jumlahnya yang hanya sedikit, pasukan UN hanya mengevakuasi warga negara asing dan tidak mengambil resiko untuk ikut mengevakuasi satupun suku Tutsi.

Berbeda dengan apa yang saya saksikan di film Blood Diamond (2006), film yang mengisahkan perang saudara di ladang berlian, Sierra Leone, Afrika Barat. Pasukan UN “lebih semangat dan bergairah” dalam turun ke medan pertikaian. Yang ternyata terlibat memiliki hubungan jual-beli berlian dengan seorang pekerja bayaran, Danny Archer. Tak heran dalam Sometimes In April, Kolonel Bagosora seorang pentolan tentara Rwanda yang menjadi salah satu dalang peristiwa, berani berkata pada perdana menteri Amerika yang mengancam akan menurunkan pasukan : “Really? You will send the Marines? We have no oil here, no diamonds. We have nothing you need in Rwanda. Why would you come?”.

Memang tak bisa dibayangkan apabila kita yang jelas terlahir di dunia dengan ketidaktahuan kita akan terlahir menjadi siapa lalu mesti menghadapi kenyataan bahwa kita berada di tengah-tengah kebencian, kematian tepat di depan mata dan dapat pula ditentukan.

Advertisements

0 Responses to “Review – Sometimes In April”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


Advertisements

%d bloggers like this: